Berbagi Informasi Menarik | 2019

Selasa, 23 Juli 2019

Penyebab Alergi Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Penyebab Alergi Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Protein adalah salah satu nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh kembang anak. Akan tetapi nutrisi ini justru menjadi salah satu sumber utama penyebab alergi pada anak. Dibanding orang dewasa, kulit Anak atau bayi umumnya lebih sensitif.

Oleh sebab itu tak heran jika mereka lebih rentan mengalami masalah kulit, entah itu berupa kulit kering dan gatal-gatal maupun kemerahan. Bayi yang mengalami alergi pasti lebih rewel karena ia tidak bisa merasa nyaman seperti biasanya. Untuk mencegah hal ini, Anda harus kenali penyebab alergi kulit pada anak. Berikut beberapa penyebab umum alergi pada kulit anak.

Makanan
Menginjak usia tertentu ketika Anda mulai mengenalkan makanan baru pada si kecil, alergi kulit pada anak lebih rentan muncul. Telur dan kacang serta ikan laut adalah bahan makanan yang pada umumnya mudah menyebabkan alergi.

Oleh sebab itu, ketahui kapan alergi muncul, coba ingat-ingat makanan terakhir apa yang Anda berikan pada anak dan sebaiknya menghindari makanan tersebut untuk sementara waktu. Berikut ini beberapa makanan yang dapat memicu terjadinya alergi pada anak.
  • Telur
Telur merupakan salah satu makanan yang kaya akan kandungan protein dan seringkali disarankan untuk mendukung proses pertumbuhan dan pembentukan postur pada anak. Namun, bagi anak yang mengalami alergi pada telur sudah pasti tidak dapat menikmatinya. protein di dalam telur sendirilah yang menyebabkan reaksi hipersensitifitas. Seperti yang diketahui, kekurangan asupan protein pada anak dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan.
  • Kacang
Selai kacang adalah salah satu selai yang disukai anak-anak. Tetapi, untuk mereka yang memiliki alergi terhadap kacang, jangankan selai bahkan minyak yang mengandung kacang untuk bahan pembuat kue pun tak boleh ada di dekat mereka. Risiko paling ringan adalah gatal-gatal tetapi jika sudah berat dapat menyebabkan sesak nafas.
  • Ikan
Ikan dan jenis binatang laut lainnya diketahui merupakan penyebab alergi paling tinggi. Makanan laut adalah makanan yang paling tinggi dan menonjol yang menjadi penyebab alergi. 

Tidak Cocok Sabun Mandi
Beberapa sabun ada yang mengandung pewangi sintetis. Zat kimia ini bisa menyebabkan reaksi pada kulit bayi yang sensitif berupa gatal-gatal ataupun kemerahan. Langkah yang tepat untuk mencegahnya adalah dengan memilih sabun yang tidak mengandung pewangi. Aroma sabun yang terlalu menyengat sangat tidak baik untuk kulitnya. Anda bisa mencoba sabun yang khusus untuk sikecil.

Digigit Serangga
Alergi juga bisa disebabkan karena gigitan serangga, misalnya semut atau nyamuk. Bayi akan menggaruk-garuk kulitnya yang benjol bekas digigit serangga. Untuk menghindari hal ini sebaiknya Anda menjaga agar ruangan bayi cukup bersih sehingga tidak ada nyamuk di siang hari, dan juga membereskan sisa makanan yang bercecer agar tidak mengundang semut.

Eksim
Eksim merupakan kondisi kulit anak yang meradang akibat bakteri yang berkembang biak. Gejalanya berupa adanya benjolan merah kecil pada permukaan kulit yang berisi cairan. Jika cairan ini pecah maka akan menimbulkan rasa gatal. Untuk itu, Anda harus menjaga kulitnya agar tetap bersih.

Jamur
Selain bakteri, jamur juga bisa memicu rasa gatal. Jamur berkembang di tempat yang lembap seperti area pantat yang kurang mendapat udara segar. Setelah mengganti popok, sebaiknya jangan langsung ditutup tapi angin-anginkan terlebih dahulu baru ditutup. Gatal-gatal akibat jamur pada kulit bayi jika dibiarkan bisa menjadi ruam popok.

Perawatan kulit bayi tentu tidak sama dengan orang dewasa. Salah sedikit saja bisa menyebabkan alergi. Oleh sebab itu, pastikan Anda memakai produk yang aman untuk kulitnya dan menjaga kebersihan di sekitar ruangannya.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar