Berbagi Informasi Menarik | 2019

Selasa, 21 Mei 2019

Tahapan Cara Cek Sertifikat Tanah yang Ternyata Mudah

Tahapan Cara Cek Sertifikat Tanah yang Ternyata Mudah

Pada masa kini seiring dengan meningkatnya jumlah manusia dan berkembangnya cara untuk melakukan kekurangan sering sekali ditemukan permasalahan keaslian untuk sertifikat tanah. Permasalahan ini biasanya muncul ketika mengurus masalah warisan atau pun lanjutan dari sengketa tanah yang awalnya telah terjadi di masa lalu. Banyak juga orang yang ceroboh pada saat melakukan jual beli sehingga cara cek sertifikat tanah melalui fasilitas online BPN menjadi hal yang penting untuk diketahui. 

Sertifikat tanah di Indonesia cenderung memiliki beberapa masalah. Permasalahan mengenai keterangan tanah yang tidak sesuai dengan sebenarnya merupakan salah satu jenis kondisi yang cukup umum dan sering menjadi sangat panjang. Permasalahan lain bisa berupa sertifikat yang tidak ada tanahnya atau sertifikat ganda.

Menghindari kejadian buruk karena permasalahan tanah dapat dilakukan melalui penyedia jasa notaris yang akan mengurus semua permasalahan tanah atau sistem yang dilakukan sendiri melalui pemeriksaan online di situs BPN.

Tindakan pengujian dilakukan secara langsung dengan mendatangi kantor BPN yang merupakan singkatan dari badan Pertanahan Nasional. Badan tersebut kemudian memproses permintaan dan secara langsung melakukan pengujian dengan dasar:
  • Daftar tanah
  • Buku tanah
  • Peta pendaftaran
  • Surat ukur
Pemeriksaan keaslian ini tidak pernah membutuhkan banyak waktu. Setiap permintaan biasanya akan segera diproses pada hari yang sama. Keterlambatan biasanya hanya akan memakan waktu tambahan di hari berikutnya.

Sertifikat yang terbukti aman akan mendapatkan cap BPN. Langkah yang dilakukan BPN jika terdapat kejanggalan dalam pemeriksaan berkas akan berlanjut pada tahap plotting.

Pada tahap plotting BPN akan mengeluarkan surat untuk melakukan plotting. Surat akan diterima oleh pemilik sertifikat atau keluarganya. Tindakan ini dilakukan BPN untuk memastikan bahwa data yang terdapat pada berkas sudah tepat. Plotting masa kini menggunakan sistem GPS yang dimanfaatkan untuk menemukan peta pendaftaran. Plotting akan menunjukkan hasil berupa pernyataan bahwa lokasi tersebut nyata dan lahan yang sesuai dengan data berkas berhasil dibuktikan. Dengan cara ini kepemilikan asli akan dibuktikan dan pernyataan mengenai keaslian data berkas dikeluarkan.

Pada kasus lain bisa saja lokasi yang diperiksa tidak menunjukkan keberadaan tanah. Proses pembuktian ini menunjukkan bahwa sertifikat memberikan informasi tidak valid. Kasus ini terjadi ketika pendaftaran tanah yang sudah selesai mencantumkan keberadaan tanah, namun GPS tidak dapat menemukan tanah sehingga informasi dianggap fiktif.

Langkah plotting hanya dilakukan ketika terjadi kejanggalan dalam data berkas dan sertifikat. Waktu yang dihabiskan untuk proses ini sedikit panjang. BPN sudah memiliki sistem sendiri untuk memeriksa sehingga negosiasi tidak diperlukan. Pihak yang biasanya hadir dalam proses ini adalah pengembang, BPN dan notaris.

Memeriksa keaslian sertifikat tanpa meminta bantuan notaris dilakukan dengan mempersiapkan beberapa berkas penting. Berkas ini juga perlu disiapkan untuk melakukan pemeriksaan langsung ke BPN.
  • Sertifikat asli untuk tanah yang akan diperiksa
  • Surat yang menunjukkan penugasan atau pemberian kuasa pada pegawai pemeriksaan oleh PPAT 
  • Melampirkan formulir permohonan pemeriksaan yang telah diisi. Formulir dapat ditemukan di BPN.
  • Fotokopi tanda pengenal atau kependudukan pemilik asli sertifikat
  • Uang administrasi sebesar 50 ribu rupiah untuk setiap sertifikat yang akan diperiksa
Akses informasi yang mudah untuk masyarakat merupakan salah satu rencana perbaikan birokrasi yang selama ini cukup rumit. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah berkas mereka sendiri secara online. BPN bekerjasama dengan beberapa penyedia layanan menyediakan akses online untuk informasi tanah. Beberapa fasilitas yang menyediakan informasi ini adalah bagian dari badan pertanahan.

Kantor pemberi layanan informasi pertanahan biasanya menggunakan fasilitas yang disebut KiosK. Informasi kiosk diakses secara online sehingga pemeriksaan tidak harus dibantu oleh orang lain. Keuntungan lain dari fasilitas ini adalah kesempatan untuk menyelesaikan pemeriksaan secara langsung tanpa perlu menemui petugas atau berada di dalam antrian layanan badan pertanahan. Informasi dari KiosK meliputi 
  • Seluruh informasi pertanahan dan persyaratan untuk proses pengurusan lanjutan. 
  • Penjelasan mengenai waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses.
  • Simulasi untuk biaya layanan.
  • Informasi untuk berkas permohonan.
  • Informasi mengenai pegawai yang mungkin perlu ditemui
  • Informasi yang berkaitan dengan PPAT dan layanannya.
  • Informasi mengenai Layanan Jemput Bola atau dikenal juga dengan LARASITA serta jadwal untuk pelayanan ini.
Selain dari informasi, KiosK juga dapat menunjukkan hasil dari berbagai jenis pelayanan yang dilakukan badan pertanahan. Hasil ini akan berupa daftar untuk 
  • Penerbitan permohonan pembuatan sertifikat
  • Daftar penjualan dan pembelian dan jumlah nilai transaksi
  • Daftar Hak Tanggungan dan nilainya.
  • Daftar BPHTB/PPH dan biayanya
Media ini juga dapat digunakan oleh semua orang atau orang-orang yang terlibat dengan pelayanan badan pertanahan untuk mengajukan permasalahan dan pengaduan mengenai permohonan mereka.

Selain dari Kiosk pemohon juga bisa mendapatkan layanan langsung dari website BPN yang menyediakan fitur pemeriksaan sertifikat. Sistem ini juga memiliki sifat online.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar