Berbagi Informasi Menarik | 2019

Jumat, 22 Februari 2019

Tips Buat Kamar Tidur Minimalis Tetap Nyaman

 Tips Buat Kamar Tidur Minimalis Tetap Nyaman

Dari sekian banyak ruangan di rumah yang Anda sebut minimalis, mungkin kamar tidur adalah ruangan yang dimaksud.

Kamar tidur merupakan sebuah ruangan yang memiliki fungsi penting di rumah, yaitu sebagai tempat melepas seluruh penat.

Alih-alih dapat mengisi ulang tenaga untuk menghadapi aktivitas esok hari, kamar tidur yang sempit dan berantakkan akibat barang Anda yang penuh tentu tidak nyaman dipandang. Apalagi digunakan untuk istirahat.

Berikut ada beberapa tips yang bisa Anda aplikasikan untuk menata kamar tidur minimalis Anda:

1. Coba berpikir vertikal

Dengan luas lantai yang terbatas, Anda harus super kreatif menciptakan ruang penyimpanan. Misalnya, dengan meletakkan kasur agak sedikit tinggi ke atas, sementara bagian bawahnya dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan.

Anda dapat memfungsikan bagian bawah kasur sebagai lemari pakaian, tempat menyimpan buku, bahkan sepatu atau sandal.

Manfaatkan perbedaan tinggi dari tempat penyimpanan tersebut sebagai tangga pijakan untuk menuju ke kasur.

2. Gunakan dinding

Hampir sama dengan cara pertama, bedanya, Anda memanfaatkan dinding. Dengan menambah kayu pada dinding, Anda bisa memanfaatkannya sebagai rak untuk meletakkan televisi, tanaman atau hiasan lainnya.

3. Minimalisir seprai

Bila Anda tinggal di tempat yang cukup dingin, memiliki kasur dengan seprai tebal lengkap dengan selimutnya tentu akan membuat nyaman saat tidur.

Bahkan, tak jarang, Anda akan memasang selimut seprai tersebut dobel agar kasur cukup hangat.

Sebenarnya, Anda tidak perlu melakukannya. Terlebih bila kamar tidur Anda sempit. Sebab, hal itu akan membuat Anda kesulitan saat proses menggantinya.
Cukup gunakan seprai tipis dan selimut untuk proses penggantian yang lebih mudah.

4. Buatlah nyaman

Pada akhirnya, nyaman atau tidaknya sebuah kamar tidur minimalis ada pada diri Anda. Anda mungkin tidak perlu sibuk memikirkan apakah perlu menyisakan ruang yang cukup atau tidak.

Cukup, misalnya, dengan menambah aksen warna berbeda melalui tekstur bantal atau selimut. Tambahkan pencahayaan yang menarik. Itu sebenarnya sudah cukup untuk membuat ruang kecil Anda terasa istimewa.
Share:

Kamis, 14 Februari 2019

Penampakan Rumah Apung Mewah Seperti Kapal Pesiar

Penampakan Rumah Apung Mewah Seperti Kapal Pesiar

Di tengah ancaman pemanasan global yang berdampak pada perubahan cuaca ekstrim, seperti apa hunian yang paling tepat untuk dibangun?

Bagi Arkup, sebuah perusahaan berbasis di Florida, kapal pesiar bertingkat yang merangkap sebagai rumah modern adalah jawabannya.

Arkup merancang sebuah hunian yang dapat mengapung dimana pada saat bersamaan juga berfungsi sebagai sebuah kapal pesiar.

Hunian ini dilengkapi dengan kaki hidraulik yang dapat mengangkat bangunan hingga mencapai ketinggian 20 kaki atau sekitar 6 meter.

Selain itu, panel surya yang dibenamkan dapat menghasilkan daya hingga 30 kW yang kelak dapat digunakan untuk menghidupkan kincir double, listrik, serta berbagai peralatan elektronik lainnya.

" Rumah apung merupakan sebuah konsep hunian populer di beberapa belahan dunia," demikian tulis keterangan Arkup seperti dilansir New Atlas.

Kendati berfungsi layaknya kapal, Arkup meyakini bahwa siapa saja yang masuk di dalamnya tidak akan merasa mabuk.

Sebab, bangunan yang dirancang seluas 404 meter itu dinilai sama kokohnya seperti rumah, meski dapat berjalan dengan kecepatan tujuh knot, menahan badai dan gelombang, termasuk angin hingga kecepatan 155 mph.
Share:

Sabtu, 02 Februari 2019

Begini Konsep Hunian Paca-gempa

Begini Konsep Hunian Paca-gempa

Studio arsitek SO? merancang sebuah prototipe rumah apung yang dapat digunakan sebagai hunian darurat pasca-terjadinya gempa bumi.

Prototipe yang diberi nama Fold and Float itu dirancang untuk akomodasi darurat hingga enam orang. Desain rancangan prototipe tersebut turut ditampilkan pada ajang Istambul Design Biennial 2018.

Sevince Bayrak dan Oral Goktas, pendiri SO?, merancang hunian darurat tersebut sebagai tanggapan atas minimnya ruang yang tersedia untuk akomodasi darurat di Istambul, Turki.

Dezeen Fold and Float

Pasca gempa bermagnitudo 7,4 yang menewaskan 14.000 orang di Turki terjadi pada 1999, pemerintah kota menyediakan 477 ruang terbuka yang ditetapkan sebagai lokasi titik kumpul darurat.

Namun, sebagian besar ruang tersebut telah dikembangkan dan hanya menyisakan 97 ruang yang tersisa.

"Degan tidak cukupnya ruang yang dialokasikan di darat, lahirlah gagasan tentang struktur terapung," ucap sang arsitek.

Adapun prototipe terdiri atas ponton mengambang yang terbuat dari beton dengan struktur lipat yang bertindak sebagai tempat berlindung dan berisi furnitur tetap.

Struktur atas dapat dilipat sehingga dapat mudah ditumpuk.

Hal ini untuk memudahkan proses perakitan dan tidak membutuhkan tenaga kerja terampil untuk membangunnya.

Sementara itu, struktur segitiga memiliki ruang tamu di lantai dasar termasuk dapur kecil dan area tempat duduk dengan area tidur di atas panggung yang ditinggikan.

Dezeen Fold and Float

Setiap ujung rumah memiliki pintu penuh yang dapat dibuka sepenuhnya untuk memungkinkan cahaya dan udara masuk ke dalam struktur.

Prototipe ini dibangun di Istambul Golden Horn, yang merupakan sebuah pintu masuk terlindung dari Bosphorus dekat daerah Galatan dimana biennial diselenggarakan.

Golden Horn secara alami terlindung dari tsunami dan menyediakan akses pelayaran strategis, yang ketika dihadapkan dengan jalan yang terhalang, menyediakan rute penting untuk makanan dan bantuan.

Dari hasil penelitian, para pengungsi umumnya akan bertahan selama setahun setelah gempa terjadi.

Tim arsitek membayangkan struktur terapung tersebut dapat membentuk barisan sebagai sebuah komunitas sementara jika gempa besar terjadi. Diperkirakan, 180 ribu struktur dapat dibangun di sepanjang jalur air Golden Horn.
Share: