Berbagi Informasi Menarik | 2019

Selasa, 22 Januari 2019

Ingin Promosi Jabatan Hindari 4 Sifat Ini

Ingin Promosi Jabatan Hindari 4 Sifat Ini

Dalam karier profesional, promosi alias kenaikan jabatan merupakan cita-cita semua pegawai. Selain itu, pemimpin yang baik pun pastinya ingin mendukung kesuksesan pegawainya lewat promosi jabatan.

Akan tetapi, ada sejumlah kondisi di mana promosi jabatan malah tidak bisa Anda raih. Beberapa penyebabnya adalah sifat dalam diri Anda sendiri.

Mengutip Business Insider, Rabu (7/3/2018), ada 4 sifat dan perilaku yang membuat Anda gagal dalam promosi jabatan. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Egois

Dalam dunia kerja, sifat egois adalah hal yang haram dilakukan. Memimpin sebuah tim atau menumbuhkan bisnis berarti mengorbankan waktu dan tenaga yang Anda miliki.

Jika Anda tidak bisa mengakomodasi kebutuhan tim Anda, mulailah introspeksi diri. Seorang pemimpin dalam pekerjaan harus selalu dalam kondisi prima, dalam hal ini juga harus bersikap dewasa.

2. Tidak Dewasa
Sifat tidak dewasa juga bisa membuat pegawai yang baik gagal menjadi pemimpin yang baik. Ia harus bisa menempatkan dirinya sebagai pemimpin dalam pekerjaan, bukan seperti teman main yang membuat pekerjaan menjadi berantakan.

Seorang pemimpin dalam tim atau kerja harus peduli dengan pegawainya, namun di sisi lain tetap harus membuat pegawai akuntabel. Oleh karena itu, pisahkan betul kapan harus menjadi teman dan kapan harus menjadi rekan kerja.


3. Tidak Menunjukkan Optimisme pada Perusahaan


Kalau Anda merasa tidak puas dengan perusahaan, jangan menularkannya kepada rekan kerja atau tim Anda. Ini akan menciptakan aura negatif pada lingkungan kerja Anda.

Kalau Anda tidak merasa puas terhadap perusahaan dan visi-misinya, cobalah menjadi kreatif. Anda bisa inovatif dengan menawarkan ide-ide baru.

Pemimpin-pemimpin yang baik tidak menunggu orang lain membawakan ide-ide bagus. Mereka melakukan riset, diskusi, tukar pikiran, dan membawa ide tersebut ke dalam kehidupan nyata.

4. Gagal Fokus
Pemimpin yang tidak bisa menjaga fokusnya berisiko melukai perusahaan. Apapun yang terjadi, pemimpin maupun anggota tim dalam pekerjaan harus tetap fokus pada pekerjaan yang dijalani.

Pegawai yang dipromosikan harus memasang tujuan secara berkala pada diri mereka sendiri yang sejalan dengan tujuan perusahaan. Tetap fokus dalam jangka panjang adalah hal yang menggerakkan bisnis dan membuat pegawai bahagia.
Share:

Jumat, 18 Januari 2019

10 Miliarder di Indonesia Versi Forbes

10 Miliarder di Indonesia Versi Forbes

Majalah Forbes baru saja merilis daftar orang terkaya di dunia untuk tahun 2018. Daftar tersebut memuat lebih dari 2.000 orang paling tajir sedunia dari 78 negara.

Forbes pun memuat daftar orang-orang terkaya di Indonesia. Tahun ini, Hartono bersaudara, yakni R Budi dan Michael Hartono, tetap berada pada peringkat teratas daftar tersebut. 

Mengutip Forbes, Rabu (7/3/2018), Budi berada pada peringkat ke-69 daftar orang terkaya di dunia untuk tahun ini. Sementara itu, Michael berada pada peringkat ke-75.

Kekayaan Budi mencapai 17,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 238,38 triliun (kurs Rp 13.700 per dollar AS). Sementara Michael  16,7 miliar dollar AS atau Rp 228,79 triliun.


Berikut ini adalah daftar 10 besar orang terkaya di Indonesia versi Forbes.R Budi Hartono (77 tahun) dengan kekayaan: 17,4 miliar dollar AS
  1. Michael Hartono (78 tahun) dengan Kekayaan: 16,7 miliar dollar AS
  2. Sri Prakash Lohia (65 tahun)  dengan Kekayaan: 7 miliar dollar AS
  3. Tahir (65 tahun) dengan Kekayaan: 3,5 miliar dollar AS
  4. Chairul Tanjung (55 tahun) dengan Kekayaan: 3,5 miliar dollar AS
  5. Mochtar Riady (88 tahun)  dengan Kekayaan: 3 miliar dollar AS
  6. Prajogo Pangestu (73 tahun) dengan Kekayaan: 2,9 miliar dollar AS
  7. Murdaya Poo (77 tahun) dengan Kekayaan: 2 miliar dollar AS
  8. Peter Sondakh (68 tahun)  dengan Kekayaan: 1,9 miliar dollar AS
  9. Theodore Rachmat (74 tahun) dengan Kekayaan: 1,7 miliar dollar AS
  10. Theodore Rachmat (74 tahun) Kekayaan: 1,7 miliar dollar AS


Share: